Facebook

Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Resepsi Khitanan Umum ke 64 dan Santunan Anak Yatim

 

"Lembaga Amil Zakat, infaq dan shodaqoh Nahdlatul Ulama'  (LAZISNU) Ranting Pakistaji Mengadakan Resepsi Khitanan Umum ke 64 dan Santunan Anak Yatim" 

NU Ranting Pakistaji, di bulan Assuro' Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqah Nahdlatul Ulama' (LAZISNU) Ranting Desa Pakistaji menjadi agenda rutinan setiap tahunnya melaksanakan kegiatan sosial berupa Khitanan Umum di sertai Santunan Anak Yatim, pada tahun ini kegiatan resepsinya dilaksanakan kemaren 28/23' yang di bertempta di halaman MI An-Najahiyyah, dan dilanjutkan hari Ahad 30/23 pelaksanaan khitanan umum.


Dalam sambutanya ketua panitia pelaksana kegiatan Ust. A. Afnani menyampaikan bahwa peserta khitan pada tahun ini berjumlah 31 anak yang berasal dari berbagai desa di luar Desa Pakistaji dan luar Kecamatan  Kabat serta dari luar Kabupaten Banyuwangi, dan anak yatim yang di santuni sejumlah 33 anak. Ketua Panitia Pelaksana juga menyampaikan ucapan beribu terima kasih atas dukungan dari pemerintah Desa Pakistaji, masyarakat Nahdiyyin dan para donatur "Galery Neysha Batik" yang telah memberikan Baju Seragam Batik, "Agen Arkha Reload" yang telah memberikan sumbangsih Songkok, "Toko Tembakau Jaya Mandiri" yang telah berpartisipasi memberikan sarung untuk peserta khitan dan juga bagi anak yatim selain mendapatkan santunan berupa uang dari LazisNU dan agniya' serta bantuan dari PT. Mega Jaya Lemabang Kulon berupa beras 5 kg guna di berikan kepada anak yatim sejumlah 35 sak. 


Setelah sambutan Ketua Panitia Pelaksana di lanjutkan sambutan Kepala Desa Pakistaji Chotibul Umam, S.IP dan setalahnya dilanjutkan sambutan dari Rois Syuriyyah NU Ranting Pakistaji Ust. Abd. Basith, dalam acara Resepsi ini di barengi juga dengan pengajian Umum yang di isi oleh Habib Jawwad Bin Abdullah Assegaf dari Banyuwangi, beliau memberikan maudizoh hasanah dengan hidmat yang sesekali beliau menyampaikannya dengan jobjob humoris yang berisikan ilmu agama yang mendalam, sehingga hadirin merasa terhibur dan tidak membosankan walaupun waktu sudah malam.


Berakhirnya mauidzoh hasanah dilanjutkan acara santunan anak yatim dilanjutkan pembagian bingkisan kepada peserta khitan berupa perlengkapan seragam khitan (sarung, baju, songkok dsb). (TN/29/'23).




PELAKSANAAN KHITANAN UMUM
AHAD, 30 JULI 2023



AGENDA KEGIATAN RUTINAN RANTING NU PAKISTAJI KHITANAN UMUM 2023

 FORM PEMDAFTARAN KHITNAN

Klik di Sini


LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN NU MASA HIDMAT 2011-2016

Daftar Isi
Halaman
Caper depan ...............................................................................................................  i
Caper dalam ...............................................................................................................  ii
Lembar Pengesahan ...................................................................................................  iii
Visi dan Misi NU........................................................................................................  iv
Daftar Isi ....................................................................................................................  v

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN NAHDLATUL ULAMA (LPj. NU)
RANTING PAKISTAJI 2011-2016 ..........................................................................  1

BAB I MUQODIMAH .............................................................................................   1

BAB II KEPENGURUSAN NU ...............................................................................  3
A. Resafel / Pergantian Pengurus  ..........................................................................  3
B. Susunan Pengurus NU Ranting Pakistaji 2011-2016  .......................................  4
C. Struktur Organisasi ............................................................................................  4

BAB III KEORGANISASIAN ..................................................................................  5
A. Hubungan NU dan Banom-banom NU ..............................................................  5
B. Hubungan NU dan Pemerintahan Desa .............................................................  5
C. Kepanitiaan  .......................................................................................................  6

BAB IV PELAKSANAAN PROGRAM KERJA LEMBAGA NU  .........................  8
A. Tugas dan Wewenang Lembaga-lembaga NU  ..................................................  8
B. Laporan Kegiatan Lembaga NU Ranting Pakistaji 2011-2016 ..........................  9
1. Lembaga Da’wah Nahdlatul Ulama (LDNU)  ...................................................  9
2. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU (LP Ma’arif NU) .......................................... 11
3. Lembaga Perekonomian NU (LPNU) ................................................................ 11
4. Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) ............................................  11
5. Lembaga Amil Zakat & Shodaqoh NU (LAZISNU)  ........................................  11
6. Lembaga Ta’mir Masjid Indonesia NU (LTMINU  ...........................................  13

BAB V KONDISI KAS NU  .....................................................................................  14
A. Kondisi Keuangan Global  .................................................................................  14
B. Kondisi Keuangan Pertahun  .............................................................................  14

BAB VI INVENTARISASI  .....................................................................................  16
A. Inventaris Keadministrasian  .............................................................................  16
B. Aset Kekayaan NU  ...........................................................................................  16

BAB VII PENUTUP  ................................................................................................  17

LAMPIRAN – LAMPIRAN
1. Lampiran Catatan
2. Lampiran Rincian Perkembangan Keuangan NU
3. Lampiran Rincian Keuangan Kegiatan Lazis NU
4. Lampiran Foto Copy Rekening NU di Bank Jatim
5. Lampiran Dokumentasi Kegiatan




LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
PENGURUS NAHDLATUL ULAMA (NU) RANTING DESA PAKISTAJI
MASA KHIDMAT: 2011 – 2016

BAB I
MUKODIMAH

Alhamdulillah, kita haturkan puji syukur kehadirat Allah Swt, dengan karuniaNya kita masih berada di jalanNya. Sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpah ruah kepada junjungan kita Baginda Rosul Muhammad Saw.

Sesuai dengan tertib organisasi di NU, bahwa kepengurus Ranting NU Desa Pakistaji Masa Khidmat 2011-2016 sudah berakhir pada Tanggal 22 Mei 2016, dan berdasarkan AD & ART NU hasil Muktamar ke 33 di Jombang tahun 2015 Bab XXV Pasal 100 tentang Laporan Pertanggungjawaban yaitu : (1) Pengurus Nahdlatul Ulama di setiap tingkatan membuat laporan pertanggungjawaban secara tertulis di akhir masa khidmatnya yang disampaikan dalam permusyawaratan tertinggi pada tingkatannya. (2) Laporan pertanggungjawaban Pengurus Nahdlatul Ulama memuat : a. Capaian pelaksanaan program yang telah diamanatkan oleh permusyawaratan tertinggi pada tingkatannya.    b. Pengembangan kelembagaan Organisasi. c. Keuangan organisasi d. Inventaris dan aset organisasi.

Dengan dasar itulah maka kami pengurus NU Ranting Pakistaji masa khidmat 2011-2016  yang masa bakti kami telah berakhir berusaha menyusun Laporan Pertanggungjawaban (LPj) sebagai bentuk Tanggung Jawab kami yang diamanati sebagai Pengendali dan pengelola roda perjalanan NU Ranting Pakistaji selama 5 Tahun kepada Lembaga diatas dan dibawah kami serta kepada masyarakat nahdiyin secara umum. Dalam penyusunan Laporan Pertanggungjawaban ini kami berusaha semaksimal kemampuan kami untuk memberikan Laporan yang transparan, jelas dan mudah dimengerti sehingga besar harapan kami tidak terjadi keganjalan dan kesalah pahaman yang menyebabkan perpecahan serta mudah-mudahan Laporan Pertanggungjawab (LPj) hasil kerja kami selama kurun waktu 5 tahun ini diterima oleh semua.

Mengawali laporan pertanggungjawaban ini kami mengucapkan banyak terimakasih kepada segenap Pengurus Ranting, para Pengurus Kelompok Anak Ranting (KAR), wabil khusus kepada Kepala Desa Pakistaji dan Takmir Masjid Ta’sisuttuqo, dan seluruh masyarakat Dusun Krajan, sehingga Musyawarah Ranting NU Desa Pakistaji ini dapat terlaksana dengan baik.

Selanjutnya, kami mohon maaf kepada seluruh warga nahdiyyin Ranting Pakistaji, bahwasannya kepengurusan Ranting NU Desa Pakistaji belum bisa berbuat banyak, disana sini basih banyak yang perlu perbaikan namun demikian ada beberapa kegiatan yang sudah berjalan cukup baik di masyarakat nahdliyyin Pakistaji, mudah-mudahan kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan dengan baik tersebut bisa diteruskan  dipertahankan dan jika bisa lebih diperbaiki oleh pengurus baru NU Ranting Pakistaji masa khidmat 2017-2021 nanti.

Akhirnya kami segenap pengurus NU Ranting Pakistaji beserta Tim Penyusunan Laporan Pertanggunjawaban masa khidmat 2011 hingga 2016 ini, menyampaikan beribu terima kasih dan permohonan maaf jika dalam penyampaian Laporan ini ada kesalahan dan kekurangan, kami mohon kritik dan masukan yang membangun demi perbaikan dan kebaikan bersama.


Pakistaji, 17 Agustus 2016
Penulis


JADWAL PERINGATAN ISRO' MI'ROJ TAHUN 2016-1437


www.nu.pakistaji.com, Dalam rangka memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW. tahun 1437 H / 2016 M keluarga besar Nahdlatul Ulama Ranting Pakistaji akan mengadakan pengajian umum yang dilaksanakan di Desa Pakistaji Kecamatan Kabat sebagaimana tabel berikut :


NO.
HARI
TANGGAL
TEMPAT
PEMBICARA
1
Sabtu
mlm Ahad
16 April 2016
Link. Pakistaji Warengan
Ust. RIFA’I
(dari Banyuwangi)
2
Jum’at mlm Sabtu
29 April 2016
Link. PakistajiKemangi
KH. ABDUL GHOFFAR
(dari Rogojampi)
HABIB ABDURROHMAN ASSAGAF
(dari Banyuwangi)
3
Ahad
mlm  Senin
01 Mei 2016
Link. PakistajiBarat
HABIB BAQIR
(dari Banyuwangi)
4
Rabu malam Kamis
27  Rajab  1437 H
04  M e i  2016 M
Serambi Masjid Ta’sisuttuqo
Dsn. Karajan Ds. Pakistaji
KH. AHMAD MUZAKKY AL HAFID
(dari SURABAYA)
5
Jum’at malam Sabtu
06 Mei 2016
Link. DusunDadapan

KH. AHMAD SIDDIQ
 (dari Banyuwangi)

6
Rabu malam Kamis
18 Mei 2016
Link. PakistajiUtara
KH. ABDUL GHOFFAR
(dari Rogojampi)
                                                    


Terharu Gus Dur Menangis Ketika Lihat Kitab Etika Aristoteles


www.nu.pakistaji.com, Terharu Gus Dur Menangis Ketika Lihat Kitab Etika Aristoteles. Dalam kesempatan sambutan ketika silaturrahim ke Pondok Pesantren Al-Asy'ariah Kalibeber Wonosobo, Jawa Tengah tahun 2000, Gus Dur yang waktu itu sedang menjabat sebagai Presiden RI menceritakan bahwa pada tahun 1979 dirinya pernah berkunjung ke Maroko.

Di salah satu masjid negara setempat ia mendapati sebuah kitab terjemahan arab, yaitu kitab etika karangan Aristoteles, seorang filsuf Yunani kuno.

Kitab yang berisi tentang materi etika atau akhlak tersebut terletak di sebuah bejana kaca ruang hampa udara. Itu dimaksudkan supaya bisa tahan lama, karena kitab dimaksud ada sejak zaman permulaan Islam.

Menyaksikan kitab langka yang berada di bejana kecil itu, Gus Dur menangisinya. Melihat Gus Dur menangis terharu, imam masjid setempat bertanya:

"Kenapa anda menangis,” tanya sang imam masjid.

"Kalau bukan karena kitab ini, saya tidak akan jadi muslim," jawab Gus Dur.

Lewat cerita di atas Gus Dur menyimpulkan bahwa akhlaknya para kiai dan ulama Indonesia yang selama ini dipraktikkan itu bersumber tidak hanya diambil dari nilai-nilai saja, melainkan juga diambil dari nilai-nilai dan etika sebelumnya. Dia mencontohkan, Aristoteles lahir 1200 tahun sebelum Islam. Kalau tidak karena kitab ini, kata Gus Dur, dirinya tidak akan jadi seorang muslim.

Karena menurut Gus Dur, seorang muslim adalah yang menerapkan nilai-nilai dan etika Islam yang ditujukan untuk mewujudkan kebaikan bersama dan keadilan di tengah masyarakat. Bukan muslim yang hanya menonjolkan simbol-simbol Islam, tetapi jauh dari nilai dan etika Islam rahmatan lil 'alamin.

Pada kesempatan pidato itu Gus Dur juga bercerita, dirinya  sering ditanya orang tentang perbedaan Islam di Indonesia dengan Islam di negara lain. Menurut Gus Dur, Islamnya sama, tetapi perwujudan dan manifestasinya itu yang lain-lain.

"Yang membedakan adalah adanya tradisi keulamaan (di Indonesia) yang diambil dari Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir, yaitu tradisi LSM yang bergerak di luar pemerintahan. Dalam istilahnya Taufik Abdullah yaitu tradisi multikratonik," jelas Gus Dur.

"Ada kraton pusat yang memegangi satu tata nilai, namun tidak sampai mematikan tata nilai di pondok-pondok pesantren, di padepokan-padepokan kejawen, dan di pasturan," tambahnya.

Dengan kata lain, menurut Gus Dur, hal semacam itu adalah ungkapan dari apa yang kita miliki bersama sebagai bangsa Indonesia. Dan ini menjadi inti dari keputusan muktamar NU tahun 1935 di Banjarmasin, sepuluh tahun sebelum Indonesia merdeka.

Karena itu, dalam pandangan Gus Dur, Islam di Indonesia dapat berkembang dengan baik, tanpa harus melalui bermacam-macam hal. Sedangkan sekarang (tahun 2000) terpampang di hadapan kita, adanya bahaya kalau agama dijadikan alat politik untuk mencapai sesuatu. Maka jadinya seperti di Maluku, saat terjadi konflik hebat bermuatan SARA.

"Karena itu, kita harus berhati-hati jangan sampai agama jadi alat politik. Partai politik berdasar agama boleh-boleh saja. Tetapi partai politik harus mendasarkan programnya  pada kepentingan nyata masyarakat. Bukan pada ajaran agama yang resmi. Jadi agama dalam pelaksanaanya bukan dalam perumusannya,” tutur Gus Dur. (M Haromain)

Disarikan dari:
Tabloid POLES, edisi 09 (10 September 2000)
Elis Suyono dan Samsul Munir Amin, Biografi KH Muntaha Alhafidz: Ulama Multidimensi, Penerbit UNSIQ Wonosobo dan Pesantren Al-Asy'ariah Kalibeber.

Sumber : NU_online

Islam Nusantara dilihat dari Kacamata Ilmu Nahwu

www.nu.pakistaji.com, Akhir-akhir ini banyak perdebatan muncul tentang “islam nusantara” yang jadi tema besar Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, pada 1 – 5 Agustus mendatang. Sebagian pakar setuju dengan konsep tersebut, namun tidak sedikit yang meragukan (baca : sinis) dengan gagasan tersebut karena dianggap bagian dari rangkaian proses sekularisasi, liberisasi pemikiran Islam yang telah digelorakan sejak tahun 80-an oleh Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid.

Sebagian lagi menilai bahwa gagasan Islam Nusantara juga berpotensi besar untuk memecah-belah kesatuan kaum Muslim, sehingga akan muncul istilah Islam Nusantara, Islam Amerika, Islam Australia, dan sebagainya. Gagasan Islam nusantara disinyalir akan memicu sikap saling menonjolkan kedaerahannya didalam eksistensinya ber-Islam. Seperti cara membaca Qur’an dengan langgam Jawa yang akan memunculkan berbagai egoisme Islam yang bersifat kedaerahan seperti gaya baca Sunda, Batak, Makassar, Aceh, Palembang.

Bagi pengusung ide “islam nusantara”, – sebagaimana dikatakan oleh Moqsith Ghazali- Ide Islam Nusantara datang bukan untuk mengubah doktrin Islam. Ia hanya ingin mencari cara bagaimana melabuhkan Islam dalam konteks budaya masyarakat yang beragam. Islam nusantara bukan sebuah upaya sinkretisme yang memadukan Islam dengan “agama Jawa”, melainkan kesadaran budaya dalam berdakwah sebagaimana yang telah dilakukan oleh pendahulu kita walisongo. Islam nusantara tidak anti arab, karena bagaimanapun juga dasar-dasar islam dan semua referensi pokok dalam ber-islam berbahasa Arab.

Terlepas dari perbedaan prespektif di atas, untuk memahami istilah islam nusantara  -bagi kami orang awam-, tidak diperlukan pembahasan yang jlimet, ruwet bin ndakik-ndakik sebagaimana yang dipaparkan oleh para cendekiawan, kiai, professor, tetapi dengan memahami kata dari term islam nusantara yang mana terdiri dari dua kata yang digabung menjadi satu, atau dalam kamus santri dinamakan idhafah yaitu penyandaran suatu isim kepada isim lain sehingga menimbulkan makna yang spesifik, kata yang pertama disebut Mudhaf (yang disandarkan) sedang yang kedua Mudhaf ilaih (yang disandari).

Imam ibnu malik, pakar nahwu dari Andalusia spanyol menyatakan :

نُوناً تَلِي الإعْرَابَ أو تَنْوِينَا # ممّا تُضِيفُ احْذِفْ كَطُورِ سِينَا

وَالثَّانِيَ اجْرُرْ وانو من أَوْ فِي إذا # لَمْ يَصْلُحِ الّا ذَاكَ وَالّلامَ خُذَا

لِمَا سِوَى ذَيْنِكَ واخصص أولا # أو أعطه التعريف بالذي تلا

Terhadap Nun yang mengiringi tanda i’rob atau Tanwin dari pada kalimah yg dijadikan Mudhaf, maka buanglah! demikian seperti contoh: thuuri siinaa’

Jar-kanlah! lafazh yg kedua (Mudhof Ilaih). Dan mengiralah! makna MIN atau FI bilamana tidak pantas kecuali dengan mengira demikian. Dan mengiralah! makna LAM

pada selain keduanya (selain mengira makna Min atau Fi). Hukumi Takhshish bagi lafazh yg pertama (Mudhaf) atau berilah ia hukum Ta’rif sebab lafazh yg mengiringinya (Mudhaf Ilaih

Dari teori di atas dapat dipahami bahwa istilah islam nusantara merupakan gabungan kata islam yang berarti agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad serta kata nusantara yang dalam KBBI merupakan nama bagi seluruh wilayah kepulauan Indonesia, penggabungan ini bertujuan untuk mencapai makna yang spesifik. Namun penggabungan kata ini masih menyisakan berbagai pemahaman, karena sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Malik diatas, bahwa penggabungan (idhafah) harus menyimpan Huruf Jar (harf al-hafd) yg ditempatkan antara Mudhaf dan Mudhaf Ilaih untuk memperjelas hubungan pertalian makna antara Mudhaf dan Mudhaf Ilaih-nya. Huruf-huruf simpanan tersebut berupa MIN, FI dan LAM.

Peng-Idhafah-an dengan menyimpan makna huruf MIN memberi faidah Lil-Bayan (penjelasan) apabila Mudhaf Ilaih-nya berupa jenis dari Mudhaf. Teori ini tidak bisa di aplikasikan pada susunan Islam nusantara karena nusantara bukan jenis dari kata islam, jika dipaksakan akan memunculkan pemahaman bahwa islam nusantara merupakan islam min (dari) Nusantara, toh pada kenyataannya Islam hanya satu yaitu agama yang dibawa oleh Rasul akhir zaman.

Peng-Idhafah-an dengan menyimpan makna huruf LAM berfaidah Kepemilikan atau Kekhususan (Li-Milki, Li-Ikhtishash). Memahami dengan teori ini akan memunculkan takhsis dalam terhadap islam, islam untuk orang nusantara, realitanya islam agama yang universal, bukan agama yang khusus golongan atau bangsa tertentu.

Sedangkan Idhafah dengan menyimpan makna huruf  FI berfaidah Li-Dzarfi apabila Mudhaf Ilaih-nya berupa Dzaraf  bagi lafazh Mudhaf. Teori ini merupakan yang paling tepat digunakan dalam memahami term islam nusantara, karena sebagaimana disebut di atas kata nusantara merupakan nama bagi seluruh wilayah kepulauan Indonesia, artinya Islam Fi Nusantara, agama islam yang berada dinusantara, yaitu agama islam yang dibawa oleh Nabi yang diimani oleh orang-orang nusantara. Makna kata islam disini tidak tereduksi karena di-idhafah-kan dengan kata nusantara, karena hubungan antara Mudhaf-Mudhaf ilaih disini sebatas menunjukan spesifikasi tempat atas Mudhaf ilaih.

Dari uraian singkat diatas, dapat dipahami bahwa term Islam Nusantara bukan merupakan upaya me-lokal-kan islam, atau bahkan membuat “agama” Islam Nusantara akan tetapi usaha dalam memahami dan menerapkan islam tanpa mengesampingkan tempat islam di imani dan dipeluk.

Wa Allahu ‘Alam bi al-Shawab

Umar A.H, santri ndeso

Sumber Artikel : muktamar.nu.or.id

Kumpulan Do'a Untuk Musibah Kematian




Artinya: "Mohonlah (mintalah) kamu kepada-Ku, pasti Aku perkenankan (permintaan) kamu itu."

www.nu.pakistaji.com, Maksud kata "Do'a (ud'ûnî) dalam ayat ini adalah, "memohon" atau "meminta." Yaitu, mohonlah (mintalah) kepada Aku (Allah) nisscaya Aku (Allah) akan perkenankan permohonan (permintaan) kamu itu.
Allah memerintahkan umat Islam untuk bersabar saat tertimpa musibah. Termasuk musibah kematian saat orang yang paling kita cintai meninggalkan kita. Dalam QS Al Baqarah 2:155-157 Allah berfirman



وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ{155} الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ{156} أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ


Artinya : Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.


1. Do'a Saat Menghadapi Musibah Kematian

إنَّا ِللهِ وإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن الَلهُمَّ عِنْدَكَ أَحْتَسِبُ مُصِيْبَتي فَأجِرْنِي ِفيها وَأَبْدِلْني ِمنْها خَيرًا

Artinya: Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali. Ya Allah aku pasrah padaMu atas musibah ini, maka berilah aku pahala dan gantilah dengan yang lebih baik.

2. Do'a Saat Mendengar Kematian Seseorang

إنَّا ِللهِ وإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن وَإِنَّا إليَ رَبِّنِا َلمُنْقَلِبُون
الَلهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ ِفي اُلمحِسنِينِ وِاجْعَلْ ِكتابَهُ ِفي ِعلّيِّين
وَاْخلُفْهُ في أَهْلِهِ في الغَابِرين
وَلا تحَرِْمْنا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ

Artinya: Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali dan kepada Tuhan kami semua akan kembali. Ya Allah! Tulislah dia (yang meninggal dunia) termasuk golongan orang-orang yang berbuat kebaikan di sisi Engkau dan jadikanlah tulisannya itu dalam tungkatan yang tinggi serta gantilah ahlinya dengan golongan orang-orang yang pergi dengan ketaatan PadaMu

Catatan: Doa di atas untuk mayit laki-laki. Untuk jenazah perempuan ganti kata "hu" menjadi "ha". Contoh "اكْتُبْهُ" menjadi "اكْتُبْهَا"
 

2. Do'a Ketia Ta'ziyah (Ta'ziya Kematian) untuk Kelurga yang ditinggal

Ketika kita ta'ziyah atau mengunjungi orang yang wafat, maka baca doa berikut saat bertemu dengan tuan rumah atau keluarga yang ditinggalkan (yang tertimpa musibah):

أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأحْسَنَ عَزَائَكَ وغَفَرَ ِلمَيِّتِكَ

Artinya : Semoga Allah mengagungkan pahalamu, mengindahkan sabarmu dan memaafkan mayitmu.


3. Do'a Ziyarah Kubur

Saat ziarah ke kuburan, Rasulullah menganjurkan untuk membaca bacaan doa berikut:

- Doa ziarah ke pemakaman umum (dari hadits riwayat Muslim)

السلام عليكم أهل الديار من المؤمنين والمسلمين، وإنا إن شاء الله تعالى بكم لاحقون، نسأل الله لنا ولكم العافية

Teks latin: Assalamualaikum Ahladdiyar minal mukminin walmuslimin. Wa inna insyaAllah taala bikum lahiqun. Nas'alullaha lana walakum al-afiyah

Artinya: Assalamualaikum wahai Ahli Kubur yang muslim dan mukmin. InsyaAllah kami akan bertemua kalian. Kami meminta Allah agar kami dan kalian diberi kesehatan.

Atau doa berikut dari hadits riwayat Tirmidzi:

السلام عليكم يا أهل القبور، يغفر الله لنا ولكم، أنتم سلفنا ونحن بالأثر

Teks latin: Assalamualaikum Ya Ahlal Qubur. Yaghfirullaha lana walakum. Antum salafuna wanahnu bilatsar

Artinya: Assalamualaikum wahai Ahli Kubur. Semoa Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian pendahulu kami. Kami akan menyusul.


Source : http://www.alkhoirot.net


 
Support : WebMaster:Ibnu Musa | LoginAdmin | Admin
Copyright © 2015. NU Ranting Pakistaji - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger